Diawali Musyawarah Ulama, Ini Sejarah Singkat Berdirinya MUI

150
Sejarah Berdirinya MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) genap berusia 46 tahun, pada Senin (26/7/2021) hari ini. Usia yang tergolong tidak lagi muda. Ucapan selamat pun berdatangan dari berbagai pihak.

Namun sayangnya, tidak semua orang mengetahui asal usul atau sejarah berdirinya lembaga swadaya masyarakat, yang berisi para zu’ama, ulama, dan cendekiawan muslim di seluruh Indonesia.

Situs resmi MUI melansir, lembaga ini berdiri tepat saat Indonesia sedang berupaya bangkit dari kondisi kurangnya kepedulian terhadap masalah kesejahteraan rohani umat. Yaitu tepatnya pada 26 Juli 1975.
Berdirinya MUI berawal dari musyawarah para ulama, zu’ama, dan cendekiawan muslim dari 26 provinsi pada masa itu. Ada juga 4 ulama dari Dinas Rohani Islam, TNI dan Polri.
Selain itu, ada 10 ulama dari unsur NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Perti, Alwashliyah, Mathlaul Anwar, PTDI, GUPPI, Al Ittihadiyyah, dan DMI. Serta 13 dari cendekiawan perorangan.
Musyawarah itu menghasilkan kesepakatan membentuk wadah bermusyawarahnya para ulama, sebagaimana tercantum dalam Piagam Berdirinya MUI.
Piagam ini mendapat persetujuan seluruh peserta musyawarah yang selanjutnya menyebut sebagai Musyawarah Nasional Ulama I.
Hingga saat ini, MUI telah melakukan beberapa kali musyawarah nasional. Dari Munas itu berhasilkan menelurkan beberapa Ketua Umum.
Mereka adalah Prof Dr Hamka (1977-1981), KH Syukri Ghozali (1981-1983), KH Hasan Basri (1983-1990), Prof KH Ali Yafie (1990-2000), KH M Sahal Mahfudz (2000-2014), Prof Dr HM Din Syamsuddin (2014-2015), Prof Dr KH Ma’ruf Amin (2015-2020), dan KH Miftachul Akhyar (2020-sekarang).
(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here