Karutan Manado: Sumur Air Bor Sudah Sesuai Peruntukan

65
Karutan Deny Fajariyanto saat berdialog dengan warga sekitar Rutan.

Pihak Rutan Manado merespons positif keluhan masyarakat yang bermukim di area sekitar Rutan di Kelurahan Malendeng, Kecamatan Paal Dua, terkait terhentinya suplai air bersih bantuan hibah dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulut sejak beberapa waktu lalu.

Kepala Rutan (Karutan) Manado, Deny Fajariyanto lantas menginstruksikan jajarannya untuk melakukan koordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut yang menghibahkan Bantuan Sarana dan Prasarana Air Bersih Melalui Sumur Bor Dalam dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi yang mulai dinikmati sejak awal tahun 2019 lalu oleh ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan warga sekitar.

“Memang sudah sekian lama submersible mengalami gangguan dan kami telah melakukan servis dan mengganti mesin yang baru, namun kembali rusak,” ungkap Karutan, Jumat (12/01).

Untuk mencari solusi terbaik, Kamis (11/01), Kasubsi Pelayanan Tahanan Wahyono dan Kasubsi Bimbingan Kegiatan, Joutje Sinaulan bertemu dengan Kepala Dinas ESDM Sulut Drs Fransiscus Maindoka di ruang kerjanya untuk membicarakan solusi terbaik agar kendala yang dihadapi, terutama kerusakan mesin air bor tersebut dalam kembali normal.

“Ternyata Pak Kadis merespon dengan baik keluhan kami dan beliau berjanji akan mengirimkan tim untuk turun ke lapangan melihat kondisi kerusakan yang terjadi,” ujar Wahyono dan Joutje Sinaulan usai pertemuan tersebut.

Deny Fajariyanto yang belum lama betugas di Rutan Manado menjelaskan pihaknya akan melakukan kerjasama dengan pihak ESDM Sulut agar kendala kerusakan mesin bor sejak dua tahun terakhir bisa kembali normal. Apalagi, air bor tersebut merupakan kebutuhan vital WBP Rutan Manado.

Sebelumnya, Ka Rutan yang didampingi Kepala Satuan Pengamanan Rico Wendur dan Kasubsi Bimbingan Kegiatan, Joutje Sinaulan dan Kasubsi Pelayanan Tahanan Wahyono telah melakukan pertemuan dengan warga sekitar Rutan untuk mencari solusi sekaligus menjelaskan kondisi yang sebenarnya terjadi dan Rutan akan berupaya agar air bersih tersebut bisa dinikmati kembali.

Dan mantan Karutan Wates itu juga menjelaskan bahwa pihak Rutan sama sekali tidak pernah memintakan biaya listrik kepada warga sekitar mengenai air tersebut dan ditunding korupsi air.

“Itu sama sekali tidak benar. Apalagi kami dikatakan monopoli, karena kami menggunakan air sesuai peruntukkan karena kehadiran air bor disini adalah murni untuk masyarakat Warga Binaan Rutan,” tegasnya.

Rutan Manado juga berharap agar ada solusi, karena air tersebut dapat bisa dinikmati oleh sekitar 600-an WBP karena selama ini problem air di dalam Rutan terkendala karena lokasi Rutan dulunya bekas rawa sehingga kualitas air tidak begitu baik dimana kadar karatnya tinggi.

Problem dan keluhan WBP sekian lama akhirnya diinisiasi oleh pimpinan Rutan Manado dan direspon positif oleh pihak Dinas ESDM Sulut lalu memberikan kabar gembira bahwa Rutan Manado menjadi salah satu titik yang akan menerima bantuan air bor tersebut di tahun 2018 silam.

Dan Rutan menyiapkan lahan tanah di bagian samping kanan tembok belakang untuk pembangunan sumur air bor tersebut.

“Jadi, karena kebetulan disekitar lokasi air bor yang adalah area Rutan tersebut ada perumahan warga, maka kami beritikad baik untuk bisa berbagi,” ungkap Karutan lagi.

(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here