Sekjen Perlindungan Konsumen Pusat, Soroti Ditutupnya Laporan Masyarakat oleh Polresta Bitung

58

Menanggapi kasus dugaan penipuan yang dihentikan oleh Polres Kota Bitung, Sekjen Lembaga Perlindungan Konsumen Penerbangan dan Pariwisata Indonesia (LPKPPI) H. Alvy Pongoh SE MM yang juga Ketua BPBD Kota Bitung ini mengatakan ikut prihatin dengan keputusan tersebut.

“Seharusnya pihak penerima laporan kasus tersebut yaitu Polres Bitung bisa lebih memahami dan mendalami masalah yang terjadi sebenarnya dan tanpa harus buru-buru menyatakannya sebagai kasus perdata,” ujarnya, Rabu 26 Juli 2023.

“Kasus penipuan dan penggelapan terkait kendaraan bermotor ini semakin marak di Indonesia, termasuk di Kota Bitung. Hal ini terjadi oleh karena semakin berkembangnya sektor pariwisata dan bertumbuhnya perekonomian di daerah yang memiliki destinasi wisata unggulan.”

“Diharapkan peran strategis dari pihak Kepolisian RI untuk bisa menciptakan situasi kondusif dalam hal penegakan hukum bagi masyarakat umum di daerah,” sebut Pria yang terkenal dengan ratusan ide cemerlang dibalik trend pariwisata kota Bitung hingga dipercayakan dalam jabatan strategis oleh Walikota Ir Mourits Mantiri.

Kejadian bermula dari Laporan Polisi atas nama Djabida Pusung ke Polresta Bitung dari Desember tahun 2022 namun 6 bulan tepatnya Mei 2023 kemudian di SP3 oleh Reskrim Polresta Bitung, saat itu dinyatakan bahwa pinjaman BPKB oleh Terlapor a.n Sakinah Bese adalah Perdata hanya dengan bermodalkan dalam keterangan dari Terlapor saja, dimana Pelapor mengetahui terkait di pinjaman hingga diGadaikan BPKB Mobil tersebut ke Pihak Acc. Padahal diketahui BPKB tersebut bukan milik dari Terlapor, pihak Acc diduga juga terlibat dalam menerima BPKB Mobil dan memproses Uang pinjaman Terlapor Puluhan Juta kepada Terlapor dengan masa tenor selama 3 tahun.

Di tengah maraknya Polda Sulawesi Utara “perang’ terhadap Debit Collector malah ada perkara yang jelas Diduga Penggelapan, Pemalsuan Tanda Tangan serta adanya Permufakatan Jahat antara Pihak Leasing dengan Terlapor malah ditutup, diduga Kasat dan Penyidik ” Masuk Angin” Karena “tekanan’ tak mau terlibat dari Pihak Acc yang kemudian diketahui dalam gelar perkara memproses berkas dari Terlapor yang jelas bukan kepemilikan BPKB mobil tersebut.

Kasus ini pun di laporkan (dumas) ke Wassidik Polda Sulut oleh Advocate dari Organisasi Bantuan Hukum Tumou Tou Asmara Dewo dan beserta Advocate serta Paralegal yang sudah halang melintang menyelesaikan perkara pidana, tata usaha negara , perdata, pertambangan, dan etik dari Oknum Polisi maupun Inprosedural Lembaga / Institusi.

(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here