RajaOpera, SULAWESI UTARA – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis, 2 April 2026, langsung mendapat respons cepat dari jajaran Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Utara bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.
Pada Jumat, 3 April 2026, Ketua terpilih PMI Sulawesi Utara Kolonel CKM (Purn). dr. Fredrik P. Demmassabu bersama Wakil Ketua John Jesky Sada, S.H mendampingi Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M turun langsung meninjau lokasi terdampak, termasuk Gedung KONI Sario yang mengalami kerusakan akibat gempa. Dalam peristiwa ini, dilaporkan satu orang meninggal dunia.

Sejak awal kejadian, PMI Sulut bergerak cepat dengan menghubungi seluruh jajaran PMI di kabupaten/kota yang terdampak. Pengurus PMI secara aktif menghimpun data dan informasi lapangan guna memastikan kondisi terkini serta kebutuhan penanganan darurat.
Meski gempa sempat menimbulkan kepanikan, laporan dari relawan PMI di berbagai daerah menunjukkan kondisi secara umum masih terkendali. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya pengungsian besar, termasuk di Kota Bitung yang dilaporkan tetap aman.
Ketua PMI Sulut pun mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh jajaran PMI kabupaten/kota agar tetap siaga penuh, terus melakukan pemantauan wilayah masing-masing, serta memperkuat alur pelaporan ke tingkat provinsi. Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas tingkatan PMI dalam menghadapi situasi bencana.
“PMI Provinsi memang bukan pelaksana teknis, namun harus tetap proaktif dalam setiap kondisi darurat. Koordinasi adalah kunci utama,” tegas Demmassabu, sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E yang mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, PMI Sulawesi Utara juga resmi mengaktifkan Posko Siaga Bencana. Posko ini menjadi pusat informasi sekaligus pengendali koordinasi antara PMI provinsi, kabupaten/kota, serta stakeholder pemerintah.
Dengan langkah cepat dan terkoordinasi ini, PMI Sulut menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana, memastikan setiap potensi risiko dapat ditangani secara sigap dan terpadu.
RJS


Komentar