RajaOpera, Manado – Sebuah langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor kembali terjalin di Sulawesi Utara. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara dan Kepolisian Daerah (Polda) Sulut sepakat menjalin sinergi dalam bidang keislaman, pendidikan pesantren, dan keamanan masyarakat.
Pertemuan penting itu berlangsung di rumah dinas Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Langi, SIK, MH, pada Rabu (23/10/2025), dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Audiensi yang berlangsung selama sekitar satu setengah jam tersebut menjadi momentum penguatan komunikasi strategis antara PWNU Sulut dan jajaran kepolisian.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PWNU Sulut Dr. H. Ulyas Taha, M.Pd, yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulut, bersama jajaran pengurus seperti Drs. Masrie Soleman (Sekretaris), Hj. Lutvia Alwi, SH, MH (Wakil Ketua), Midun Loho (Wakil Ketua) , Agus Ointoe (Wakil Bendahara), Iskandar Modjo, S.P (Bendahara), serta Ai Firman Mustika, SH, MH (Ketua LPBHNU Sulut) dan Pambudi Nugroho (Wakil Bendahara)
Dalam audiensi itu, PWNU Sulut memaparkan berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama, mulai dari penguatan nilai-nilai Islam moderat, peningkatan mutu pendidikan pesantren, hingga isu hukum, sosial, dan keamanan masyarakat. Dr. Ulyas Taha menegaskan komitmen NU untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan dalam menciptakan masyarakat religius dan berkeadilan.
“NU selalu berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan dalam membangun masyarakat yang religius, damai, dan berkeadilan. Kami berharap sinergi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” ujar Ulyas Taha.
Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langi menyambut baik kunjungan PWNU Sulut tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan organisasi keagamaan seperti NU sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan menanamkan nilai kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kami mengapresiasi kehadiran dan semangat dari PWNU Sulut. NU adalah ormas Islam terbesar di Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga stabilitas, kerukunan, dan ketertiban masyarakat,” ungkap Kapolda.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dan edukatif dalam menjaga keamanan, terutama melalui lembaga pendidikan seperti pesantren yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda.
Pertemuan ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih teknis antara Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Sulut dengan Polda Sulut. Dalam waktu dekat, akan digelar audiensi lanjutan antara LPBHNU yang diketuai Ai Firman Mustika, SH, MH dengan Kapolda Sulut untuk membahas rencana kerja sama di bidang edukasi dan penyuluhan hukum kepada masyarakat.
“Sinergi dengan kepolisian adalah langkah penting untuk menghadirkan keadilan yang berpihak kepada masyarakat kecil. Kami ingin memperkuat edukasi hukum berbasis nilai keislaman dan kemanusiaan, agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya di hadapan hukum,” ujar Ai Firman Mustika.
PWNU Sulut dan Kepolisian Daerah Sulut berkomitmen melanjutkan koordinasi lintas bidang, mulai dari pendidikan, sosial, keagamaan, hingga hukum, dengan tujuan bersama membangun Sulawesi Utara yang aman, rukun, berkeadilan, dan berkemajuan.
Pertemuan ini menjadi simbol sinergi strategis antara Nahdlatul Ulama sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia dan Kepolisian sebagai penjaga keamanan nasional, demi terciptanya masyarakat yang harmonis, religius, dan berdaya saing di Bumi Nyiur Melambai.
Editor : Jendri Frans Mamahit


Komentar