Alkhairaat dan Sekilas Sejarah Tentangnya

365
Alkhairaat dan Sekilas Sejarah Tentangnya

Umat Islam Indonesia, khususnya mereka yang pernah mengecap pendidikan di Alkhairaat berduka. Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad Aljufri wafat pada Selasa (3/8/2021).

Habib Saggaf wafat pada usia 84 tahun, setelah sempat menjalani perawatan selama beberapa hari di Rumah Sakit SIS Aljufri, di Palu. Saggaf adalah cucu dari pendiri Alkhairaat, Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri.

Dalam postingan kali ini, penulis akan mengulas tentang sejarah Alkhairaat. Sejarahnya diawali kedatangan Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri di Palu. Kedatangan Guru Tua untuk memenuhi panggilan kakaknya, Sayyid Alwi bin Salim Aljufrie, agar mengajar di Wani, Palu, pada tahun 1929 M.

Di Wani, Sayyid Idrus menetap dan mengajar di Madrasah Alhidayah, yang dibangun masyarakat setempat. Madrasah ini juga disebut memiliki kesamaan dengan madrasah yang telah dibangun oleh Sayyid Ali Alhabsyie dan Sayyid Abdollah Alhabsyie di Tojo Una-Una, Ampana.

Di Wani, SIS Aljufri menetap dan tinggal selama setahun, dan memilih pindah ke Palu atas dukungan Raja Djanggola. Di Kota Palu, Guru Tua tetap dengan aktivitas belajar mengajarnya, menggunakan ruangan toko Haji Quraisy dan rumah Haji Daeng Marocca.

Setelah mendapat dukungan warga setempat, Lembaga Pendidikan Islam Alkhairaat akhirnya diresmikan di lantai bawah rumah Haji Daeng Marocca (depan Masjid Jami), pada 14 Muharram 1349 H atau 30 Juni 1930.

Setelah menikahi Ince Ami yang adalah putri bangsawan Kaili, SIS Aljufri pindah ke rumah Ince di Kampung Baru. Sebelumnya, SIS tinggal di Kampung Ujuna.

Jadwal mengajar SIS Aljufri pun makin padat. Untuk menguranginya, Ince mengusulkan Guru Tua mengajak muridnya, laki-laki dan perempuan, tinggal bersama mereka. Ternyata hal itu sangat membantu kinerja Guru Tua. Beberapa di antara muridnya dikirim ke daerah pelosok untuk mengajar.

Lama kelamaan, murid Alkhairat makin banyak dan berharap untuk melanjutkan pendidikan di tingkat atas. Melihat kondisi tersebut, Ince Ami mewakafkan tanah seluas 5 Hektar, yang kemudian dibangun sekolah Mualimin Alkhairaat.

Lembaga pendidikan ini terus berkembang. Dikutip dari website resminya, hingga akhir tahun 2004, Alkhairaat telah memiliki 1.561 Madrasah atau Sekolah dan 34 Pondok Pesantren. Kesemuanya itu tersebar di Kawasan Timur Indonesia.

(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here