Setelah Diserang Iran! Trump Umumkan Israel dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Total, Akhiri “Perang 12 Hari”
ROC, Washington – Dunia akhirnya menyaksikan secercah harapan perdamaian di tengah ketegangan Timur Tengah. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, secara resmi mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah menyepakati gencatan senjata total dan lengkap. Kabar ini disampaikan langsung melalui akun media sosial resminya dan dengan cepat menyita perhatian global.

Potongan postingan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa kedua negara telah sepakat untuk menghentikan semua aksi militer selama 12 jam ke depan, yang kemudian akan dinyatakan sebagai akhir dari konflik yang ia sebut sebagai “Perang 12 Hari”. Gencatan senjata ini akan dimulai secara bertahap, dimulai dari pihak Iran, diikuti oleh Israel pada jam ke-12, hingga akhirnya dunia merayakan berakhirnya perang pada jam ke-24.
“Pada titik itu, perang akan dianggap telah berakhir. Secara resmi, Iran akan memulai GENCATAN SENJATA, dan pada jam ke-12, Israel akan melakukannya. Pada jam ke-24, akhir resmi dari PERANG 12 HARI akan disambut dunia,” tulis Trump.

Pengumuman Genjatan senjata oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Trump juga mengapresiasi keteguhan dan kecerdasan yang ditunjukkan oleh kedua belah pihak. Ia menyebut keberanian Israel dan Iran sebagai bentuk stamina, keberanian, serta kecerdasan yang mampu mengakhiri konflik berdarah yang berpotensi memicu perang panjang di kawasan.
“Ini adalah perang yang bisa berlangsung bertahun-tahun dan menghancurkan seluruh Timur Tengah, tapi tidak terjadi, dan tidak akan pernah terjadi!” tegasnya.
Trump menutup pernyataan tersebut dengan seruan perdamaian global: “Tuhan memberkati Israel, Tuhan memberkati Iran, Tuhan memberkati Timur Tengah, Amerika Serikat, dan seluruh dunia!”
Pengumuman mengejutkan ini menjadi angin segar bagi stabilitas kawasan dan membawa harapan baru bagi diplomasi internasional. Dunia kini menanti implementasi dari kesepakatan ini dan berharap perdamaian bisa benar-benar terwujud.
Editor : Jendri Frans Mamahit


Komentar