Berita Health & Fitness
Home » Berita » Cuaca Panas Makin Gila! BMKG Ungkap 3 Penyebab Utama, Efeknya Bisa Sampai November 2025

Cuaca Panas Makin Gila! BMKG Ungkap 3 Penyebab Utama, Efeknya Bisa Sampai November 2025

RajaOpera, Manado – Akhir-akhir ini udara di berbagai wilayah Indonesia terasa makin panas dan menyengat. Bukan cuma perasaan, tapi faktanya memang suhu sedang meningkat tajam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa kondisi terik ini bukan disebabkan oleh fenomena heatwave seperti yang terjadi di negara-negara subtropis, melainkan akibat faktor alam yang masih tergolong normal untuk wilayah tropis.

Meski demikian, panas yang terasa memang lebih menyengat dari biasanya. BMKG memperkirakan kondisi ini masih akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025, tergantung pada waktu mulai masuknya musim hujan di masing-masing daerah.

Lantas, apa yang membuat cuaca Indonesia terasa makin panas akhir-akhir ini? Berikut penjelasan BMKG.

1. Posisi Semu Matahari Sedang Optimum
Saat ini posisi semu Matahari berada sedikit di selatan garis ekuator. Hal ini menyebabkan wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan menerima penyinaran matahari lebih intens. Akibatnya, suhu udara meningkat signifikan terutama pada siang hari, membuat udara terasa sangat panas dan kering.

2. Angin Kering dari Australia
BMKG menjelaskan, angin timuran dari Benua Australia turut memperkuat efek panas. Angin ini membawa massa udara kering yang membuat awan sulit terbentuk. Tanpa awan sebagai pelindung alami, sinar matahari menembus langsung ke permukaan bumi, menjadikan suhu siang hari terasa lebih membakar.

MERAH PUTIH BERKIBAR DI MANADO!” H-1 LFPB Sulut Capai 90 Persen, Ketua MPR Dijadwalkan Hadir — 10 Sekolah Terbaik Siap Adu Formasi dan Nasionalisme

3. Minimnya Tutupan Awan
Meski beberapa wilayah mulai memasuki masa peralihan menuju musim hujan, pembentukan awan masih sangat terbatas. Kondisi ini membuat sinar matahari langsung memanaskan daratan tanpa penghalang, sehingga udara menjadi lebih terik, terutama di wilayah perkotaan yang padat bangunan dan minim vegetasi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap paparan panas berlebih dengan memperbanyak konsumsi air putih, menghindari aktivitas luar ruangan pada siang hari, serta menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di bawah terik matahari.

Editor : Jendri Frans Mamahit

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang menyalin artikel Rajaopera.com !!
×
×