RajaOpera, Manado – Kondisi Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi di Kota Manado memprihatinkan. Di tengah semangat menyongsong HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Utara, kompleks pemakaman yang seharusnya menjadi simbol penghormatan bagi para pahlawan justru tampak rusak dan jauh dari kata layak.

Bor air tak berfungsi, toilet kotor tak terawat, tong air hancur, hingga minimnya penerangan membuat suasana TMP suram. Bahkan rumah penjaga yang berada di lokasi disebut sudah tidak layak huni.

Lebih menyedihkan lagi, penjaga TMP diduga hanya menerima gaji yang tidak layak dan jauh dari standar, sehingga kinerjanya tidak maksimal. Kondisi ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk Firman Mustika SH MH, Ketua Bidang Hankam KB FKPPI Sulut.

“Memalukan! Harusnya Kadis Sosial lebih sigap. Semoga Gubernur dan Wakil Gubernur bisa segera turun tangan membenahi TMP ini,” tegas Firman, yang akrab disapa Bung Ai.

Menurutnya, beberapa bangunan dan rumah penjaga di sisi barat TMP terbengkalai, padahal dapat direnovasi dan dijadikan ruang storytelling sejarah pahlawan serta perjalanan Provinsi Sulut.
Firman yang juga alumni Pemuda Bela Negara Batujajar Kopassus 2013 itu mendesak Dinas Sosial segera mengusulkan renovasi TMP Kairagi dalam anggaran perubahan dan APBD 2026. Ia juga meminta DPRD Sulut, khususnya Komisi IV, untuk memfasilitasi langkah tersebut agar peringatan HUT Provinsi Sulut tidak hanya bersifat seremoni, tetapi juga momentum kebangkitan penghargaan nyata kepada para pahlawan.
“TMP bukan sekadar makam. Ini adalah saksi bisu pengorbanan para pahlawan. Jika dibiarkan, bukan hanya fasilitas yang hancur, tetapi juga nilai kepahlawanan yang diwariskan bisa terkikis,” tutup Firman.
Editor : Jendri Frans Mamahit


Komentar