MANADO, RajaOpera.com– Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Jeane Laluyan, mengungkapkan dua kisah menyedihkan yang menimpa warga Kota Manado. Cerita ini ia sampaikan melalui akun Facebook pribadinya usai mengunjungi langsung keluarga yang tengah berduka.
Almarhum Gabriel Tak Tertolong Karena Alat Operasi Rusak
Kisah pertama datang dari almarhum Gabriel, pasien yang terindikasi mengidap kanker otak. Setelah melalui beberapa rujukan, Gabriel dirawat di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Malalayang karena rumah sakit tersebut memiliki fasilitas operasi yang dianggap lengkap.
Namun harapan itu pupus. Selama hampir dua bulan, keluarga Gabriel terus mendapat informasi bahwa alat medis yang dibutuhkan dalam kondisi rusak. Mereka berulang kali menanyakan ke pihak rumah sakit mengenai status perbaikan alat tersebut, namun hanya mendapat jawaban tidak memuaskan. Bahkan, menurut penuturan Jeane, keluarga sempat menerima respon sinis dari salah satu dokter.
“Ibu saja yang jadi direkturnya,” ujar oknum dokter seperti diceritakan keluarga.
Gabriel akhirnya meninggal dunia sebelum sempat menjalani operasi yang sangat dibutuhkannya. Jeane menyebut ini sebagai potret kelalaian serius dalam pelayanan publik yang harus mendapat perhatian.
Reykli Hilang 9 Hari Saat Memancing, Keluarga Masih Menanti Kepastian
Kisah kedua menimpa Reykli, seorang sopir toko bangunan yang hobi memancing. Sudah sembilan hari sejak ia dilaporkan hanyut dan terseret arus saat memancing, namun hingga kini belum ada kejelasan atau kabar apapun mengenai keberadaannya.
Menurut saksi mata, Reykli sempat terlihat terseret ke bawah arus air. Pencarian oleh keluarga terus dilakukan, namun belum membuahkan hasil.
“Saat ini keluarga masih terus mencari dan menanti kepastian, paling tidak ada kejelasan,” tulis Jeane.
DPRD Sulut Akan Panggil RS Kandou
Jeane menyampaikan duka mendalam atas dua kejadian tragis ini. Ia menegaskan, kasus Gabriel yang menyangkut fasilitas dan sikap tenaga medis di RS Kandou akan menjadi perhatian khusus di DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
“Kejadian di RS Malalayang menjadi atensi kami untuk mendapatkan penjelasan dari pihak RS,” tegasnya.
Masyarakat berharap agar pihak rumah sakit segera memberikan klarifikasi atas dugaan kelalaian ini, serta agar pencarian Reykli mendapat dukungan maksimal dari instansi terkait.
Editor: Jendri Frans Mamahit


Komentar