Menjadi seorang guru memang merupakan pekerjaan mulia. Sebab, kita tahu bersama bahwa guru sangat berjasa dalam mendidik dan mencerdaskan generasi penerus bangsa.
Namun bagaimana jadinya jika pekerjaan mulia ini ternyata tidak sebanding dengan honor yang diterimanya?
Atas latar belakang itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT), menghadirkan program Sahabat Guru Indonesia, untuk mengapresiasi para guru, khususnya guru honorer.
Apresiasi untuk guru yang bersumber dari kedermawanan masyarakat tersalurkan dalam bentuk paket pangan untuk belasan guru honorer sebagai sasaran utama penerima, dan didistribusikan Global Zakat-ACT Manado.
Para guru antusias menyambut apresiasi dari program Sahabat Guru Indonesia. Ahmad Huzain, salah satu guru honorer di Darul Istiqomah, Kota Manado, yang telah mengabdi selama 11 tahun, mengungkapkan bahwa cita-cita seorang guru adalah melihat anak didiknya lebih baik daripada gurunya. Dia pun merasa senang dan berterima kasih telah mendapatkan apresiasi dari Sahabat Darmawan.
Zahratin, salah satu guru Pesantren Assalaam yang telah mengabdi selama 19 tahun, menceritakan suka dukanya menjadi guru.
Dia bangga saat melihat anak didiknya sudah berhasil. “Ada yang jadi dokter, guru dan polisi. Ketika saat berobat tak disangka bertemu dengan anak didik sudah menjadi dokter sangat bangga,” ucapnya.
Sementara itu, Budianto Tangahu selaku Kepala Cabang ACT Manado berharap, para pendidik dapat terus berjuang menebar ilmu di tengah masyarakat. “Ayo kita muliakan Guru Melalui Sahabat Guru Indonesia,” ajak Tangahu.
(***)


Komentar