RajaOpera,Manado – Malam puncak pemilihan Nyong dan Noni Sulawesi Utara 2025 berlangsung megah dan penuh kemeriahan. Dari puluhan finalis terbaik yang tampil mewakili 15 kabupaten/kota, akhirnya terpilih Ariel Z Walandouw SIKom (Minahasa) dan Bernanda Paparang (Sangihe) sebagai Nyong dan Noni Sulut 2025.
Keduanya berhasil memukau dewan juri dan ribuan pasang mata yang hadir dengan pesona, kecerdasan, serta keanggunan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis seputar budaya, pariwisata, hingga isu global.
Selain gelar utama, sejumlah penghargaan lain turut dipersembahkan:
Wakil I: Alexander T Manueke SH (Minahasa) & dr Aurelie B Kasenda SKed (Manado)
Wakil II: Calvin JG George (Tomohon) & Sarah S Sompie (Minahasa Utara)
Harapan I: Rivaivel TO Pioh (Bitung) & Michel C Waloni (Bitung
Harapan II: Friandi Y Kalalo SIK (Minahasa Selatan) & Sefanya M Rondonuwu (Minahasa)
Sementara itu, kategori khusus juga mengangkat prestasi finalis lainnya:
Nyong-Noni Favorit: Jsaiah HS Tumangkeng (Minahasa Utara) & dr Aurelie B Kasenda SKed (Manado)
Nyong-Noni Berbakat: Inzaghi S Bokko (Sangihe) & Sindy J Lumanaouw SIKom (Minahasa)
Nyong-Noni Digital: Anzari H Kuemba (Manado) & Kezia Pondaag (Minahasa Tenggara)
Nyong-Noni Kebudayaan: Rivaivel TO Pioh (Bitung) & Bernanda Paparang (Sangihe)
Nyong-Noni Fotogenik: Anzari H Kuemba (Manado) & Beverly S Wowor (Tomohon)
Nyong-Noni Intelegensia: Jsaiah HS Tumangkeng (Minahasa Utara) & Bernanda Paparang (Sangihe)
Ajang prestisius tahunan ini bukan hanya sekadar lomba adu pesona, melainkan juga panggung intelektual, keterampilan, serta representasi budaya Sulawesi Utara.
Dengan kemenangan ini, Ariel Walandouw dan Bernanda Paparang dipastikan menjadi wajah baru Sulawesi Utara yang siap mengemban tugas sebagai duta daerah, mempromosikan pariwisata, budaya, dan keunggulan generasi muda Sulut hingga ke kancah nasional bahkan internasional.


Komentar