Kerukunan Wanita Islam (KWI) Sulawesi Utara (Sulut melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dirangkaikan pelantikan serta LDK KWI se-Sulut, di Graha Gubernuran Sulut, Sabtu (22/10/2022).
Pada acara tersebut Senator DPD RI Hi Djafar Alkatiri selaku Penasehat KWI Sulut mengungkapkan bahwa KWI memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat Islam di daerah maupun dalam skala Nasional.
Bahkan, Alkatiri mengibaratkan peran KWI dengan peran istri-istri Nabi Muhammad SAW pada zaman kenabian.
“Para istri Rasulullah tidak hanya bertindak sebagai penjaga maruah Nabi, tapi juga memberikan bimbingan spiritual kepada sesama kaum hawa,” ujarnya.
Makanya, lanjutnya, pengurus KWI harus meneladani karakter dan sifat yang minimal mendekati karakter dan sifat para istri Nabi. “Harus cerdas dan mau terus belajar ilmu agama, memiliki kesabaran yang kuat, dan memiliki jiwa kepemimpinan dalam memimpin kaum muslimah,” jelasnya.

Foto bersama
Tak lupa, Kak Dja’, sapaan akrabnya memberikan contoh keteladanan Khadijah RA, salah satu istri Nabi Muhammad, yang banyak menjadi rujukan para sahabat dalam menyelesaikan perselisihkan agama, istiqomah mendampingi suami dan membantu jalan-jalan dakwah, khususnya berkaitan dengan urusan kaum hawa.
Artinya, singa podium ini menjelaskan bahwa KWI bukan hanya sekadar wadah berkumpul saja. “KWI harus jadi wadah untuk menimba ilmu agama, kepemimpinan, dan saling berbagi antar sesama,” ungkapnya.
Dia berharap, ke depan KWI Sulut dan KWI se-Sulut mampu menjadi teladan bagi kaum muslimah yang ada di Sulut dalam segala hal.
Sementara itu, Ketua KWI Sulut Sitti Fatimah Tagolan mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus KWI se-Sulut yang baru saja dilantik. Dia berharap, para pengurus KWI se-Sulut dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan secara lebih baik lagi.
Fatimah juga mengucapkan terima kasih kepada senator Hi Djafar Alkatiri yang berkenan hadir pada acara tersebut.
Hadir pula Gubernur Sulut yang diwakili Abdullah Mokoginta, mewakili Kapolda Sulut Kabid Propam Kombes Marlin Tawas, mewakili Kementerian Agama Sulut Irmanto Usuli, dan mewakili Dinas Pemberdayaan Provinsi Sulut Grace Enoh.
(***)


Komentar