Berita
Home » Berita » Legislator PDIP Gorontalo Sesumbar “Rampok Uang Negara”, BK DPRD Bergerak Cepat Usut Dugaan Mabuk

Legislator PDIP Gorontalo Sesumbar “Rampok Uang Negara”, BK DPRD Bergerak Cepat Usut Dugaan Mabuk

RajaOpera, Manado – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video kontroversial seorang legislator DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDI Perjuangan, Wahyudin Moridu. Dalam rekaman berdurasi sekitar 30 hingga 37 detik itu, Wahyudin dengan santainya menyebut akan “merampok uang negara” saat perjalanan menuju Makassar.

Pernyataan mengejutkan tersebut sontak menuai kecaman publik. Terlebih, dalam video itu Wahyudin terlihat tersenyum sambil berkata, “Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok aja uang negara ini, kita habiskan aja biar negara ini makin miskin.” Ia juga memperkenalkan dirinya sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo.

Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo langsung bergerak cepat menyikapi kasus ini. Ketua BK, Fikram Salilama, mengungkapkan pihaknya sudah menerima informasi awal bahwa Wahyudin diduga dalam kondisi mabuk akibat minuman beralkohol saat video tersebut direkam.

“Terinformasi ke saya dia dalam keadaan mabuk minum-minuman beralkohol. Tapi apapun alasannya, mabuk bukan pembenaran. Lepas dari segalanya, dia sudah kena pelanggaran kode etik,” tegas Fikram, Jumat (19/9/2025).

Menurut Fikram, seorang wakil rakyat seharusnya menjadi teladan, bukan justru membuat kegaduhan publik. Ia memastikan BK DPRD Gorontalo akan segera memanggil Wahyudin untuk dimintai klarifikasi pekan depan.

10 Sekolah Lolos Seleksi Awal LFPB Sulut 2026, Siap Bertarung di Babak Luring!

Sementara itu, anggota BK lainnya, Umar Karim, menegaskan bahwa meski biasanya BK bertindak berdasarkan aduan resmi, kali ini mereka akan menggunakan kewenangan penuh untuk langsung memproses kasus tersebut. “Rencananya pemanggilan akan dilakukan pada Senin mendatang,” ujarnya.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Wahyudin Moridu menyampaikan permohonan maaf didampingi Istri.

Di sisi lain, Wahyudin Moridu akhirnya muncul dan menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosial pribadinya. Ia mengakui bahwa ucapannya tidak pantas dan tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik.

“Apapun yang saya lakukan di video itu saya akui salah dan tidak menunjukkan etika sebagai pejabat publik. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Gorontalo,” tulis Wahyudin.

Kasus ini kini menjadi sorotan luas publik Gorontalo. Banyak pihak menilai BK DPRD harus memberikan sanksi tegas agar insiden serupa tidak kembali mencoreng wibawa lembaga legislatif.

Editor : Jendri Frans Mamahit

Gema May Day 2026 di Manado: NIBA SPSI AGN Gaungkan Perlawanan Upah Murah, Desak Pemerintah Berpihak ke Buruh!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang menyalin artikel Rajaopera.com !!
×
×