Ketua Komite Eksekutif Partai Buruh Sulawesi Utara (Sulut) Lucky Ch M Sanger mengungkapkan bahwa Partai Buruh se-Indonesia termasuk di Sulawesi Utara akan turun ke jalan menggelar unjuk rasa, pada Selasa (6/9/2022).
Unjuk rasa, lanjut Sanger, akan menyuarakan penolakan terhadap kenaikan BBM, menolak Omnibus Low, dan mendesak Pemerintah untuk menaikkan UMP Sulawesi Utara, serta pengawasan atas Penerapan UMP dan tindakan tegas bagi para pengusaha di Sulawesi Utara yang tidak memberlakukan UMP.
Unjuk rasa nanti, kata Sanger, akan menjadi bukti riil bahwa Partai Buruh hadir dan akan berjuang untuk kepentingan Kelas Pekerja.
“Seperti Buruh, Tani, Nelayan, Sopir Angkot, Sopir Bus, Sopir Dum Truck, Sopir Online, Ojek Online, Pedagang Kaki Lima, penjual sayur di pasar tradisional, Miskin Kota, Miskin Desa, Pijat Tuna Netra, Anak-anak terlantar, Fakir Miskin/Peminta-minta di jalanan, Buruh Sampah, Guru Honorer, THL, dan lainnya yang semuanya masuk dalam Kelas Pekerja Partai Buruh,” sebutnya, pada Minggu (4/9/2022).
Dia menegaskan, Partai Buruh menolak kenaikan BBM yang telah diumumkan Pemerintah, karena tidak pro rakyat kecil, tidak pro buruh, saat kondisi ekonomi rakyat belum stabil akibat Pandemi Covid-19 dan UMP Sulawesi Utara yang sudah 3 tahun tidak kunjung naik.
“Ini sangat berdampak pada kelangsungan nasib dari para buruh atau pekerja beserta keluarganya di wilayah Sulawesi Utara khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ungkapnya.
Dia meminta Pemerintah jangan ego dengan kemauan sendiri. “Rakyat sudah berteriak upah mereka tidak berimbang dengan pengeluaran, gali lubang tutup lubang. Tidak berkecukupan dan kapan akan merasakan yang namanya sejahtera,” ketusnya.
Dia juga menyinggung Partai Politik yang sudah mempunyai kursi di DPR RI. Menurutnya, mestinya partai politik pemilik kursi DPR RI yang duduk atas dukungan Rakyat wajib hukumnya untuk membela kepentingan rakyat kecil.
“Rakyat akan dirugikan dengan kenaikan BBM karena semua barang barang dan kebutuhan Sembako akan naik juga,” timpalnya.
“Penderitaan Rakyat terus teralami oleh karena itu kenapa Partai Buruh sementara mengikuti proses kepesertaan Pemilu 2024. Semua demi rakyat kecil / kelas pekerja. Sekarang saatnya kita sadar bahwa Partai Buruh tempat kita untuk menyalurkan aspirasi kita,” tegasnya, lagi.
“Semiskin apapun Pengusaha masih bisa menikmati yang enak-enak. Tetapi bagi Pekerja dan buruh sangat-sangat memprihatinkan, adilkah ini? Pengusaha boleh kaya. Tapi jangan miskinkan kami,” pungkasnya.
(***)


Komentar